免費論壇 繁體 | 簡體
Sclub交友聊天~加入聊天室當版主
分享
返回列表 發帖

【CHL】“Tour Swiss dengan Speda”

 
 

“Tour Swiss dengan Speda”

  Membaca coretan LYY, ditahun 60-puluhan pernah ditugaskan kedesa dan setiap hari naik sepeda melalui sawah dan pegunungan. Timbullah kenang-kanangan sewaktu saya muda. Juga ditahun 60-an, tetapi terjadi di negara Barat. Setelah dua tahun tiba di Swiss, baru lulus ujian besar pertama dan berhasil mendapatkan beasiswa kota peraja setempat. Minimal ongkos hidup kini terjamin.

  Bulan Augustus, waktu liburan musim panas. Kepada kawan sekolah, orang Swiss, dapat pinjaman sepeda dan kantong tidur (sleeping bag). Dengan kawan asrama bangsa Amerika, kami bedua naik sepada mengelilingi negara Swiss. Waktu itu di Swiss belum ada highway dan mobil tidak begitu padat, naik sepeda tidak seberbahaya seperti sekarang.

  Sepanjang jalan terlihat ladang-ladang rumput untuk makanan sapi dan pohon buah-buahan yang berjajar begitu teratur. Bulan Augustus musim buah Cherry. Untuk menghilangkan haus, kadang-kadang kami mengasoh sebentar di pinggir jalan, tengok kanan-kiri, cepat-cepat memetik buah cherry yang manis rasanya.

  Untuk membiasakan diri, permulaan kami menempuh jalan 7-8 jam sehari, dari kota kekota. Jarak diagonal negara Swiss dari ujung timur-utara ke barat-selatan kurang lebih 300 km. Per-jalanan kami selama 14 hari seluruhnya sekitar 600 kilometer. Berarti dengan sepeda kami me-mutari hampir setengah negara Swiss. Rata-rata satu hari jalan, dua hari istirahat ditempat-tempat yang indah pemandangannya. Kami bermalam di youth hostel, sederhana, bersih dan murah. Kadang-kadang juga tidur di pinggir jalan, di bangkok batu yang dekatnya ada bak pancuran air untuk minuman sapi. Pada umunya di Swiss, setiap pancuran umum airnya juga bisa diminum, kecuali bila extra terulis “Bukan Air Minum”.

  Di salah satu kawasan wisata pegunungan Alpine, kami berkesempatan untuk mempelajari teknik dasar mendaki gunung. Atas pimpinan kawan kost kami yang juga selama libur sebagai guru mendaki gunung setempat dan didampingi oleh pacarnya, kami sebagai tourist diikat dengan tali keselamatan, langsung mendaki naik gunung. Si guru di depan buka jalan dan si pacar mendorong kami dari belakang agar jangan sekali-kali macet dan tidak tergantung di tengah tahap. Saya merasa takut sekali, kwatir tali keselamatan tidak kuat. Waktu itu rasanya seolah-olah naik punggung macan tidak bisa turun, mendaki keatas takut, mau turun kebawah tidak bisa. Di bewah hanya jurang sedalam ratusan meter. Apa boleh buat, tidak pikir panjang lagi dan paksakan diri, merankang keatas dan tidak berani melihat kebawah. Setelah tiba di atas puncak gunung, hati merasa bangga dan menikmati pendangan luas dan jauh. Pengalaman ini se-umur hidup tidak akan lupa. (foto: 1-3)

01.jpg

02.jpg

03.jpg


  Kami juga melawati pegunungan Alpine. Pemandangan sekitarnya berubah-ubah. Pertama kali melihat gletser dan masuk goa es, disinari matahari sangat mengesankan. Di tengah-tengah gunung ada danau dan kami juga berkemsepatan mampir melihat stasion pembangkit listrik tenaga air. (foto: 4-7)

04.jpg

05.jpg

06.jpg

07.jpg



  Kami juga melelalui terowongan dalam gunung terbuka, melewati jalanan di kaki gunung yang tinggi bersebelahan dengan danau. Waktu itu ada matahari sore dan tidak ada angin. Sambil bersepeda, kami sambil menikmati pemandangan selingkungannya. Air danau mengkelip beraneka-warna dan sangat tenang. Rasa kelelahan seharian bersepeda menjadi lupa. (foto: 8)

08.jpg



  Yang paling memakan tenaga yalah waktu melewati puncak gunung Alpine. Ketinggian diatas permukaan laut dari sekitar 600 meter hingga 2430 meter. Terlalu tajam bagi kami. Kami terpaksa turun dan seharian harus mendorong sepeda. Dalam jarak sekitar 35 km memerlukan waktu 7-8 jam. (foto: 9-12)

09.jpg

10.jpg

11.jpg

12.jpg



  Setelah achirnya tiba dipuncak gunung, sepeda melayur turun begitu cepat, sehingga juga harus menggunakan rem. Keringat hilang ditiup angin dingin. Setelah beberapa menit jari tangan untuk mengerem mulai agak sukar digunakannya. Terpaksa harus turun sepeda dan mendorong lagi. Naik turun sepeda sambil maju. Untuk jarak sekitar 20 km memerlukan waktu 1 1/2 jam lebih. (foto: 13-14)

13.jpg

14.jpg



  Diluar perhitungan, malam sekitar pukul 8-9 kami baru tiba dikaki gunung. Musim sommer, hari masih mulai gelap. Di salah-satu desa kecil kami cepat-cepat mencari tempat menginapan. Kami mendapatkan tempat tidur sederhana disatu ruang besar, kumpul dengan beberapa wisatawan lainnya. Semalaman kami tidur sambil merangkul backpack agar tidak hilang.


  Dua minggu berkeliling ratusan km, badan sangat lelah, otot sakit. Tapi merasa sangat puas, karena keinginan achirnya tercapai. Hampir lima puluh tahun telah lewat, pengalaman yang beharga ini tetap sebagai satu kenang-kenangan yang tidak akan lupa. (foto:15-16)

15.jpg

16.jpg


Catatan (April 2019):
  - Tahun 2006 coretan ini dalam bahasa Mandarin pernah diterbitkan di Bazhong online.
  - Tahun 2009 coretan ini dalam bahasa Indonesia pernah tercantum di FB.

 
   


附件: 您需要登錄才可以下載或查看附件。沒有帳號?註冊

本帖最後由 rainbow 於 2019-4-24 07:57 編輯

珍贵旧照承载着青春的美好回忆
谢谢分享!



TOP

返回列表